banner 728x250

Ketua KNPI Marisa: Rakyat Kesulitan Air, DPRD Jangan Cuma Jadi Penonton

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID — Krisis air bersih akibat kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pohuwato mulai mendapat sorotan. Di tengah warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kehadiran dan langkah konkret anggota DPRD Pohuwato dalam merespons kondisi tersebut dipertanyakan.

Ketua KNPI Marisa, Erik Munandar, mempertanyakan sejauh mana perhatian wakil rakyat terhadap persoalan yang kini dirasakan masyarakat di sejumlah kecamatan.

Menurut Erik, kelangkaan air bersih tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan biasa. Kondisi tersebut telah berdampak pada masyarakat di wilayah Paguat, Marisa, Duhiadaa, Randangan, Wanggarasi, Lemito hingga kawasan Popayato serumpun.

“Sampai hari ini, kita belum melihat gerakan yang benar-benar konkret dari para aleg untuk ikut menyelesaikan persoalan kelangkaan air bersih ini. Padahal masyarakat sudah berhadapan langsung dengan dampak kemarau,” ujar Erik, Rabu (16/9/2026).

Ia menilai anggota DPRD sebagai representasi masyarakat semestinya tidak hanya hadir dalam agenda formal pemerintahan. Dalam situasi seperti ini, wakil rakyat dinilai perlu turun langsung melihat kondisi warga sekaligus menggunakan fungsi pengawasan dan penganggaran untuk mendorong pemerintah daerah mengambil langkah cepat.

Erik juga menyoroti pentingnya konsistensi kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat, bukan hanya pada momentum politik.

“Jangan hanya datang ketika kampanye, ketika membutuhkan suara masyarakat. Justru ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan seperti sekarang, wakil rakyat harus menunjukkan bahwa mereka benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar kunjungan dan penyerapan aspirasi. DPRD, kata Erik, memiliki ruang untuk mendorong kebijakan dan anggaran agar penanganan krisis air bersih dapat dilakukan secara lebih terukur.

“Kalau masyarakat sedang kesulitan mendapatkan air bersih, di situlah seharusnya wakil rakyat hadir. Jangan sampai rakyat hanya dicari saat membutuhkan suara, tetapi ketika rakyat membutuhkan pertolongan justru tidak terlihat,” ujarnya.

Erik mendorong DPRD Pohuwato menjadikan persoalan air bersih sebagai agenda serius. Penanganan, menurut dia, tidak cukup hanya melalui bantuan air sementara, tetapi perlu disertai solusi jangka panjang untuk mengantisipasi persoalan serupa setiap musim kemarau.

“Kami berharap para anggota DPRD membuka mata dan turun langsung melihat kondisi masyarakat. Jangan menunggu persoalan ini semakin besar baru kemudian bergerak. Masyarakat membutuhkan kehadiran dan solusi, bukan sekadar janji,” tandas Erik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *