SUARAPOST.ID – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, akhirnya angkat bicara terkait viralnya video di media sosial yang menyeret namanya dalam polemik antara pihak perusahaan dan para penambang lokal.
Politisi yang akrab disapa Ayah Yopin itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan jaminan maupun izin kepada pihak perusahaan untuk tetap menjalankan aktivitas operasi di tengah persoalan yang masih terjadi dengan para penambang lokal.
Menurut mantan Kepala Desa Taluduyunu tersebut, dirinya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan garansi kepada perusahaan. Namun, sebagai anggota DPRD, ia mengaku hanya mendorong agar persoalan dengan masyarakat penambang segera diselesaikan secara baik.
“Apa kapasitas saya menggaransi menyuruh pihak perusahaan untuk terus melakukan aktivitas? Kalau statement itu, tidak ada kaitannya dengan kami. Yang kami minta adalah operasi kalian berjalan sembari menyelesaikan persoalan penambang. Karena tiket operasi kalian berjalan adalah menyelesaikan hak-hak penambang,” ujar Ayah Yopin kepada media ini, Rabu (13/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di lapangan. Dirinya berharap tidak ada langkah kriminalisasi maupun intimidasi terhadap masyarakat penambang lokal.
Menurutnya, apabila persoalan antara perusahaan dan penambang telah diselesaikan, maka aktivitas proyek perusahaan pun dapat berjalan lebih lancar tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Kalau masalah dengan penambang sudah selesai, maka secara otomatis proyek mereka juga akan berjalan lancar. Itu substansi komunikasi yang terjalin sampai saat ini,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Facebook Dahlia Tobamba viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan adu argumentasi antara pihak perusahaan dan para penambang terkait lahan yang diklaim oleh perusahaan.
Video itu pun memicu berbagai tanggapan publik dan menyeret nama Ayah Yopin dalam polemik yang berkembang di tengah masyarakat.




















