banner 728x250

Tak Hindari Kritik, Pinca BRI Marisa Hadapi Pendemo dan Beberkan Fakta Kasus Fraud

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Pimpinan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office (BO) Marisa, Ridwan Agus Sulistyo, menerima langsung perwakilan massa aksi yang menggelar demonstrasi di Kantor BRI BO Marisa, Senin (6/7/2026).

Aksi tersebut menyoroti dugaan fraud yang terjadi di Unit BRI Randangan. Menanggapi tuntutan massa, Ridwan menegaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani oleh Polda Gorontalo sesuai proses hukum yang berlaku.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihak BRI BO Marisa bersama jajaran juga telah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Pohuwato pada Kamis (2/7/2026), dengan pembahasan yang sama terkait penanganan kasus tersebut.

Dalam keterangannya, Ridwan menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 24 nasabah yang telah menerima penggantian kerugian dari BRI. Sementara itu, oknum yang diduga melakukan fraud telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Gorontalo.

Menanggapi tudingan massa aksi mengenai dugaan adanya permintaan insentif dari pegawai kepada pimpinan cabang dengan ancaman mutasi apabila tidak dipenuhi, Ridwan membantah keras tuduhan tersebut.

Menurutnya, BRI menerapkan prinsip zero tolerance to fraud sehingga tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik yang melanggar integritas perusahaan.

“Jika memang ada bukti terkait tuduhan tersebut, silakan disampaikan melalui mekanisme audit internal BRI. Apabila terbukti bersalah, saya siap menerima sanksi sesuai ketentuan, bahkan siap mengundurkan diri dari BRI,” tegasnya.

Ridwan juga menambahkan bahwa BRI menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), sehingga seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara independen oleh auditor internal perusahaan.

Ia mengatakan, audit masih terus berlangsung untuk memastikan ada atau tidaknya nasabah lain yang terdampak. Apabila hasil audit menemukan adanya korban tambahan, BRI memastikan akan bertanggung jawab dengan mengganti kerugian nasabah sesuai ketentuan yang berlaku.

Di akhir keterangannya, Ridwan menegaskan komitmen BRI untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, perusahaan tidak akan memberikan toleransi kepada oknum yang terbukti merugikan nasabah.

“Kami mengimbau masyarakat agar menerima informasi secara bijak dan melakukan konfirmasi langsung kepada BRI apabila membutuhkan penjelasan terkait perkembangan kasus ini, sehingga informasi yang diterima tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *