SUARAPOST.ID – Rektor Universitas Pohuwato (UNIPO), Dr. Gretty Saleh, S.IP., M.Si., angkat bicara terkait keterlambatan pembayaran gaji 79 dosen yang disebut telah berlangsung selama kurang lebih delapan bulan.
Dalam konferensi pers di ruang Rektor UNIPO, Kamis (13/8/2026), Gretty menjelaskan keterlambatan tersebut bukan karena pihak kampus maupun yayasan melakukan pembiaran. Menurutnya, kondisi itu dipicu menurunnya jumlah mahasiswa yang berdampak langsung terhadap kemampuan keuangan kampus.
“Penurunan jumlah mahasiswa berdampak langsung pada operasional kami. Sebagai perguruan tinggi swasta, operasional kampus bersumber dari SPP mahasiswa. Ini adalah tantangan yang juga dirasakan secara nasional,” ujar Gretty.
Ia mengatakan, pihak rektorat bersama Yayasan YPIPT-IG telah melakukan koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) serta menggelar serangkaian rapat bersama pembina yayasan, senat dan perwakilan dosen untuk mencari solusi.
“Rapat internal dan pembahasan isu gaji ini berlangsung intensif selama satu minggu penuh. Jadi tidak benar jika dikatakan pihak kampus diam atau tidak mengambil langkah-langkah penyelesaian,” tegasnya.
Sebagai upaya memperbaiki arus penerimaan, UNIPO juga menerapkan kebijakan pembayaran SPP secara angsuran sebesar Rp300 ribu per bulan bagi mahasiswa baru maupun mahasiswa lama.
Selain itu, setiap program studi didorong meningkatkan promosi dan penerimaan mahasiswa baru. Sebelumnya, masing-masing prodi ditargetkan menjaring minimal 30 mahasiswa baru.
Terkait gaji dosen yang tertunda, Gretty menyampaikan bahwa yayasan dan dosen telah mencapai kesepakatan mengenai penyelesaian hak finansial secara bertahap.




















