banner 728x250

Kemerdekaan di Mako Polres Pohuwato: Ketika Polisi Menjadi Rumah Kebangsaan

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Ada pesan simbolik yang menarik dari pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pohuwato yang dipusatkan di Mako Polres Pohuwato, Senin (17/8/2026).

Biasanya, markas kepolisian identik dengan penegakan hukum, keamanan dan pelayanan masyarakat. Namun pada momentum kemerdekaan, Mako Polres Pohuwato berubah menjadi ruang kebangsaan—tempat pemerintah daerah, TNI-Polri, aparatur sipil, pelajar hingga elemen masyarakat berdiri dalam satu barisan di bawah Merah Putih.

Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kehadiran unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pimpinan OPD, organisasi kemasyarakatan dan pelajar memperlihatkan bahwa kemerdekaan bukan milik satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama.

Di titik inilah posisi Polres Pohuwato menjadi menarik.

Kepolisian tidak sekadar menjadi penjaga keamanan sebuah seremoni. Mako Polres justru menjadi panggung yang memperlihatkan bagaimana sinergi antarlembaga dibangun dan dipertontonkan kepada publik.

Kapolres Pohuwato AKBP H. Busroni, S.I.K., M.H. menyebut pelaksanaan upacara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergisitas pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat.

Pesan itu terasa relevan. Sebab, menjaga Pohuwato tetap aman dan kondusif tidak cukup hanya mengandalkan polisi. Keamanan daerah membutuhkan kepercayaan masyarakat, kepedulian pemerintah, ketegasan aparat serta partisipasi seluruh elemen sosial.

Semangat kemerdekaan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” pun semestinya tidak berhenti pada pengibaran bendera dan pembacaan teks Proklamasi.

Bagi institusi kepolisian, kemerdekaan seharusnya diterjemahkan dalam bentuk pelayanan yang semakin profesional, penegakan hukum yang berkeadilan dan keberpihakan pada rasa aman masyarakat.

Sementara bagi pemerintah daerah, kemerdekaan harus hadir dalam bentuk pembangunan yang dirasakan masyarakat secara nyata.

Karena itu, dipusatkannya upacara kemerdekaan di Mako Polres Pohuwato dapat dibaca sebagai simbol kuat: keamanan dan pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Polisi membutuhkan pemerintah. Pemerintah membutuhkan aparat penegak hukum. Keduanya membutuhkan masyarakat.

Jika tiga unsur tersebut berjalan dalam satu irama, maka slogan persatuan tidak berhenti menjadi kalimat seremonial.

Upacara HUT ke-81 RI di Mako Polres Pohuwato akhirnya bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi pengingat bahwa setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pekerjaan terbesar bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan menjaga maknanya tetap hidup—melalui pelayanan, keadilan, keamanan dan gotong royong.

Dan dari Mako Polres Pohuwato, pesan itu kembali ditegaskan: merawat kemerdekaan berarti merawat persatuan dan kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *