banner 728x250

Fakta Baru Insiden di PETI Tomula Pohuwato, Tiga Penambang Luka Serius

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID— Fakta baru insiden kecelakaan kerja yang terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tomula di Kabupaten Pohuwato. Tiga orang dilaporkan mengalami luka serius setelah sebuah ekskavator tergelincir di lokasi tambang emas ilegal Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya, tiga korban masing-masing berinisial R, A, dan R. Salah seorang di antaranya diduga merupakan operator ekskavator yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Peristiwa tersebut diduga terjadi ketika sebuah ekskavator sedang dalam proses perbaikan. Saat itu, sejumlah pekerja disebut tengah melakukan pengelasan pada bagian baket ekskavator.

Namun, di tengah proses perbaikan, ekskavator tersebut tiba-tiba tergelincir. Posisi alat berat yang berada di kawasan tebing dan hendak menuju salah satu titik aktivitas penambangan diduga menjadi faktor terjadinya kecelakaan tersebut.

Akibat insiden itu, tiga orang mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Salah seorang korban yang diduga merupakan operator ekskavator dilaporkan mengalami patah pada bagian pinggang. Korban lainnya mengalami patah kaki, sementara satu korban lagi mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.

“Saat itu ekskavator sementara diperbaiki dan dilakukan pengelasan di bagian baket. Tiba-tiba alat berat tersebut tergelincir karena posisinya berada di atas tebing,” ungkap sumber terpercaya yang mengetahui peristiwa tersebut.

Informasi lain yang diperoleh menyebutkan, para korban telah mendapatkan penanganan medis. Bahkan, beberapa korban dikabarkan telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, aktivitas PETI di lokasi Tomula tersebut diduga dikelola oleh pasangan suami istri yang masing-masing berinisial R dan P. R disebut sebagai pihak perempuan, sementara P merupakan suaminya.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan kepemilikan maupun pengelolaan lokasi tambang tersebut masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut maupun langkah hukum yang akan dilakukan terhadap aktivitas tambang emas tanpa izin di lokasi Tomula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *