banner 728x250

Kopdes Merah Putih Dikebut di Pohuwato, 70 Titik Dibangun, Lahan Masih Jadi Kendala

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID — Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di Kabupaten Pohuwato terus dikebut. Dari total 104 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran, sebanyak 70 titik kini dilaporkan tengah dalam proses pembangunan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop dan UKM) Kabupaten Pohuwato, Ibrahim Kiraman, mengatakan progres pembangunan terus bergerak seiring percepatan yang dilakukan di lapangan.

“Kalau Koperasi Merah Putih, kita sekarang ini dari progres yang kita terima dari TNI Kodim, kurang lebih 70 yang sementara dibangun dari 104 desa dan kelurahan,” kata Ibrahim.

Dari jumlah tersebut, hampir 25 koperasi disebut telah menyelesaikan pembangunan fisik. Saat ini, sejumlah fasilitas penunjang mulai dipenuhi, mulai dari AC, meja, rak penjualan sembako hingga perangkat kasir.

Pemerintah Kabupaten Pohuwato menargetkan seluruh desa dan kelurahan memiliki Kopdes Merah Putih. Target tersebut mencakup 101 desa dan tiga kelurahan.

Namun, persoalan ketersediaan lahan masih menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan di sejumlah wilayah.

“Kalau kita identifikasi, kurang lebih hampir 90 persen kita bisa membangun Koperasi Desa Merah Putih yang ada di desa itu sendiri. Ini sekarang terus berjalan karena memang pembangunan ini digenjot terus oleh tentara,” ujarnya.

Ibrahim menjelaskan, pemenuhan fasilitas koperasi juga mulai dilakukan. Distribusi perlengkapan disebut berasal dari Agrinas dan secara bertahap disalurkan ke koperasi yang pembangunannya telah rampung.

Pemerintah daerah mengikuti target pemerintah pusat agar Kopdes Merah Putih di Pohuwato mulai beroperasi pada September 2026.

Hulawa Jadi Perhatian

Salah satu titik yang masih menjadi perhatian adalah Kopdes Merah Putih di Desa Hulawa. Koperasi tersebut sebelumnya menjadi mock-up atau percontohan Kopdes Merah Putih di Provinsi Gorontalo.

Ibrahim membenarkan bahwa hingga kini gerai koperasi di Desa Hulawa belum dibangun kembali. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan persoalan ketersediaan lahan.

“Memang di Hulawa itu dulunya setelah pembentukan koperasi itu adalah mock-up, jadi percontohan di Provinsi Gorontalo. Pohuwato kita dapat satu,” jelasnya.

Saat ini, aktivitas usaha koperasi di Hulawa disebut masih berjalan melalui usaha LPG. Sementara gerai yang sebelumnya digunakan sebagai tempat aktivitas koperasi telah mengalami kerusakan.

Pemerintah daerah pun terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendapatkan lahan yang dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan gerai baru.

“Di sana itu kita masih kesulitan lahan. Kita masih berkoordinasi terus dengan pemerintah desa untuk bisa mendapatkan lahan untuk membangun gerai,” katanya.

Ia menegaskan, penyediaan lahan menjadi tantangan tersendiri karena pemerintah pusat tidak menyiapkan anggaran untuk pembelian lahan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih.

Karena itu, pembangunan di sejumlah titik lebih banyak memanfaatkan lahan milik pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun lahan yang dihibahkan masyarakat.

“Dari 70 titik yang kita sudah bangun itu, ada 50 sampai 60 persen adalah lahan pemerintah desa dan pemerintah daerah. Itu memang instruksi dari pusat, lahan-lahan yang tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah atau desa bisa digunakan untuk pembangunan Koperasi Merah Putih,” ungkap Ibrahim.

Target September

Ibrahim menegaskan, kendala lahan bukan berarti pemerintah daerah mengabaikan desa-desa yang belum memiliki bangunan koperasi. Koordinasi untuk penyiapan lahan terus dilakukan agar seluruh target pembangunan dapat direalisasikan.

Untuk September 2026, pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 50 persen pembangunan dapat diselesaikan, sementara keseluruhan pembangunan ditargetkan tuntas hingga akhir tahun.

“Target di bulan September ini minimal bisa 50 persen untuk penyelesaiannya sampai di akhir tahun ini,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, operasional koperasi juga ditargetkan mulai berjalan pada September. Sejumlah koperasi bahkan telah menerima distribusi perlengkapan untuk mendukung aktivitas usaha.

“Kita sebenarnya bulan ini sudah ada beberapa koperasi yang sudah didistribusi. Kita masih menunggu saat ini adalah mobilitas mobil, dan kemudian juga ada distribusi AC-AC ruangan pendingin ke gerai-gerai di masing-masing koperasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *