banner 728x250

Belajar Langsung di Area Tambang, Siswa SMK Dengilo Dapat Pengalaman Industri dari Pani Gold Mine

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pohuwato terus ditunjukkan oleh Pani Gold Mine. Pada Kamis, 7 Mei 2026, perusahaan tambang tersebut menerima kunjungan industri dari SMK Negeri 1 Dengilo sebagai bagian dari implementasi Program Merdeka Mengajar.

Kegiatan ini menjadi langkah awal (kick-off) dalam membangun kolaborasi antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga pendidik ahli pada jurusan Teknik Geologi Pertambangan. Program tersebut diwujudkan melalui penyelarasan silabus pembelajaran hingga pelibatan tenaga profesional perusahaan sebagai guru tamu.

Program Merdeka Mengajar yang diinisiasi Pani Gold Mine tidak hanya berfokus pada penguatan sekolah kejuruan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendampingan terhadap guru dan kepala sekolah di wilayah sekitar tambang.

Langkah itu dilakukan guna menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan adaptif di Pohuwato. Sebanyak 30 siswa bersama kepala sekolah dan para guru disambut langsung di area operasional perusahaan. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan berupa kunjungan industri (site tour) dan sesi berbagi pengetahuan (sharing session) terkait aktivitas pertambangan.

Program yang digagas melalui kolaborasi Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) dan Learning & Development Pani Gold Mine tersebut bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai praktik pertambangan yang berkelanjutan, aman, dan sesuai regulasi pemerintah.

Melalui kunjungan tersebut, para siswa diajak melihat secara langsung proses operasional pertambangan di lapangan agar memperoleh wawasan yang lebih luas dan relevan dengan materi pembelajaran di sekolah.

Dalam kerja sama ini, tim Learning & Development Pani Gold Mine turut berperan dalam mempertajam serta menyelaraskan silabus yang dimiliki SMK Negeri 1 Dengilo agar sesuai dengan standar kebutuhan industri pertambangan saat ini.

Capaian utama program tersebut adalah tersedianya silabus berbasis standar industri serta transfer pengetahuan lapangan dari para profesional perusahaan kepada siswa. Dengan demikian, materi pembelajaran yang diterima siswa diharapkan menjadi lebih berkualitas dan sesuai dengan kompetensi dunia kerja.

Deputi GM Operation Pani Gold Mine, Irwan Hasri Lupoyo, menegaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa sebelum memasuki materi di kelas.

“Kegiatan site visit ini dilakukan sebagai rangkaian dari program Merdeka Mengajar, agar para siswa mendapat gambaran dari apa yang dikerjakan oleh tambang kita. Kami ingin mereka melihat langsung bagaimana standar operasional yang kami jalankan,” ujarnya.

Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Dengilo, Sri Harfin Tahjun.

“Terima kasih telah menerima kami untuk kunjungan industri di perusahaan ini, sehingga para siswa dapat melihat langsung proses pertambangan yang ramah lingkungan dan memperhatikan aspek keselamatan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan salah satu siswi Teknik Geologi Pertambangan, Angeline Takahegesang, yang mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kunjungan industri tersebut.

“Terima kasih kepada Pani Gold Mine atas kesempatannya. Semoga kami bisa terus menjalin silaturahmi dengan perusahaan dan sekolah kami bisa terus maju melalui kerja sama ini,” katanya.

Pani Gold Mine menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan kolaborasi tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan pendidikan daerah. Melalui sinergi antara dunia industri dan institusi pendidikan, perusahaan berharap dapat melahirkan sumber daya manusia asli Pohuwato yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *