banner 728x250

Pohuwato Tepis Stigma, Turnamen Catur Rp60 Juta Sukses Gaet Ratusan Pecatur

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Percasi Kabupaten Pohuwato mematahkan anggapan lama bahwa turnamen catur bergengsi hanya bisa lahir di kota besar. Melalui gelaran Open Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026, daerah di Pohuwato ini justru tampil percaya diri dengan total hadiah mencapai Rp60 juta—angka yang cukup mencolok untuk level regional.

Ketua Percasi Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, menegaskan bahwa turnamen ini merupakan buah dari kerja kolektif komunitas catur lokal yang tidak ingin terus berada di bawah bayang-bayang kota besar. Ia menyebut, keberhasilan ini berangkat dari komitmen kuat serta dukungan berbagai pihak.

“Pohuwato Cup 2026 adalah bukti nyata bahwa daerah pun mampu. Selama ada kemauan dan keseriusan, kita bisa menghadirkan turnamen berkualitas,” ujarnya.

Antusiasme peserta menjadi indikator paling jelas. Hingga saat ini, tercatat 163 pecatur telah mendaftar. Menariknya, 66 di antaranya datang dari luar provinsi, termasuk dari Banten, Sulawesi Selatan, Manado, Sulawesi Tengah, hingga Bolaang Mongondow dan Gorontalo Utara. Kehadiran peserta lintas daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa turnamen tersebut mendapat pengakuan dari komunitas catur regional.

Menurut AHS, kepercayaan itu tidak datang secara instan. Ia menekankan pentingnya transparansi pengelolaan, standar teknis pertandingan yang baik, serta dukungan dari Percasi Provinsi Gorontalo sebagai fondasi utama.

“Peserta datang dari jauh bukan karena kebetulan. Mereka percaya turnamen ini dikelola secara profesional dan hadiah yang dijanjikan benar-benar ada,” tegasnya.

Ke depan, Pohuwato Cup ditargetkan menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan kompetitif. AHS berharap, Pohuwato tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah turnamen, tetapi juga sebagai daerah penghasil pecatur berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Dengan langkah ini, Pohuwato perlahan menegaskan diri sebagai salah satu titik baru perkembangan catur di Indonesia—membuktikan bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh komitmen dan konsistensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *