SUARAPOST.ID – Forum Karyawan Lokal (FOKAL) yang bekerja di Pani Gold Mine (PGM) sukses menggelar Merdeka Festival Tumbilotohe selama tiga hari, 16–18 Maret 2026, di halaman Masjid Agung Baiturrahim.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam upaya pelestarian tradisi tumbilotohe, warisan budaya khas Gorontalo yang sarat nilai religius, khususnya pada bulan suci Ramadan.
Perwakilan manajemen PGM, Dimas Yapanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival tersebut, sekaligus memohon maaf karena pihak manajemen belum dapat hadir secara langsung.
“Manajemen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus FOKAL yang telah menyelenggarakan Merdeka Festival Tumbilotohe tahun ini. Kami bangga memiliki putra-putra daerah yang tetap menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pohuwato serta dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Ketua FOKAL, Maikel Samarang, menegaskan bahwa festival ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda dalam bidang keagamaan dan budaya.
Beragam lomba turut memeriahkan kegiatan, di antaranya lomba azan, video reels tumbilotohe, mohungguli tumbilotohe, serta da’i cilik. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp25 juta, dengan pendaftaran yang terbuka gratis bagi masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan festival tersebut. Hal ini disampaikan Arman Mohamad yang mewakili Bupati Pohuwato dalam sambutannya.
Ia menyampaikan permohonan maaf dari Bupati dan Wakil Bupati yang belum dapat hadir karena tengah mengikuti agenda penting bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Bapak Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir bersama kita malam ini, mengingat adanya agenda lain yang telah terjadwal, termasuk kegiatan perencanaan pembangunan tahun 2027,” kata Arman.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi inisiatif FOKAL yang untuk pertama kalinya menggagas festival tumbilotohe serta memilih Masjid Agung Baiturrahim sebagai pusat kegiatan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada FOKAL. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dalam melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya yang bernuansa Islam di bulan Ramadan,” ujarnya.
Arman juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen PGM atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, tradisi tumbilotohe memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Tradisi ini pada awalnya bertujuan untuk menerangi jalan menuju tempat ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.
“Cahaya lampu dalam tradisi tumbilotohe melambangkan cahaya hati. Diharapkan di penghujung Ramadan, hati kita menjadi bersih dan kembali fitrah setelah menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.
Seiring perkembangan zaman, lanjut Arman, tumbilotohe kini dikemas dalam bentuk festival yang melibatkan berbagai kegiatan keagamaan dan kreatif, khususnya bagi generasi muda.
“Ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya dan agama,” tambahnya.
Arman Mohamad secara resmi membuka Merdeka Festival Tumbilotohe dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang terus dikembangkan.
“Kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan dan kami menilai sudah berjalan sangat baik. Ke depan, tentu perlu perencanaan yang lebih matang agar pelaksanaannya semakin maksimal,” pungkasnya.




















