banner 728x250

Tradisi Tetap Hidup: 1.447 Lampu Botol Terangi Malam Tumbilotohe di Buntulia

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Semangat melestarikan tradisi lokal kembali ditunjukkan para remaja di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Sebanyak 1.447 lampu botol menghiasi lapangan di Desa Buntulia Utara dalam rangka memeriahkan tradisi Tumbilotohe, salah satu tradisi yang sangat dikenal di Provinsi Gorontalo menjelang akhir bulan Ramadan.

Perayaan yang digagas oleh Remaja Muda Kecamatan Buntulia tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat setempat. Ratusan hingga ribuan lampu botol yang disusun rapi menciptakan pemandangan yang indah sekaligus sarat makna. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia juga menggandeng YR Team sebagai sponsor utama untuk mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Ketua Karang Taruna Buntulia Utara, Muh. Azhar Badiu, mengungkapkan bahwa jumlah 1.447 lampu botol yang dipasang memiliki makna tersendiri, yakni melambangkan tahun 1447 Hijriah. Menurutnya, penggunaan lampu botol tidak hanya sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai simbol pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gorontalo.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda tetap memiliki kepedulian besar terhadap budaya daerah. Walaupun teknologi terus berkembang pesat, kami tidak ingin melupakan warisan tradisi seperti tohe tutu, padalama, dan berbagai bentuk kearifan lokal lainnya yang menjadi identitas masyarakat Gorontalo,” ujar Azhar. Senin, [16/3/2026].

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya YR Team sebagai sponsor utama serta para pemuda dan masyarakat di Kecamatan Buntulia yang bekerja sama menyiapkan rangkaian kegiatan Tumbilotohe tahun ini.

“Tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik. Kami berharap tradisi ini terus dijaga dan bahkan bisa menjadi daya tarik budaya yang lebih luas di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Buntulia, Syaiful Bahri Hunta, memberikan apresiasi tinggi kepada para remaja yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai partisipasi generasi muda dalam menjaga tradisi daerah merupakan hal yang sangat penting agar budaya lokal tidak hilang ditelan zaman.

“Ini merupakan contoh yang sangat baik bagaimana generasi muda ikut mengambil peran dalam melestarikan budaya daerah. Tradisi Tumbilotohe bukan hanya sekadar memasang lampu, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, serta kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Gorontalo,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini karena selain menjaga tradisi, juga dapat mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjadi potensi pengembangan wisata budaya di daerah.

Kegiatan Tumbilotohe di Desa Buntulia Utara tersebut secara resmi dibuka oleh Camat Buntulia dan turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat yang antusias menyaksikan keindahan ribuan lampu botol yang menerangi lapangan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *