SUARAPOST.ID – Seorang warga Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, mengaku kecewa setelah keluarganya diduga tidak mendapat penanganan medis di Puskesmas Popayato saat membawa neneknya yang mengalami penurunan kondisi kesehatan, Rabu (19/8/2026).
Pasien tersebut sebelumnya diperiksa oleh dr. Elias di Klinik Sehat Satu, Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur. Setelah pemeriksaan, dokter disebut memberikan rujukan agar pasien segera dibawa ke Puskesmas Popayato untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, setibanya di Puskesmas Popayato, keluarga pasien mengaku mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan yang berjaga bahwa ruang rawat inap dalam kondisi penuh.
“Saat kami tiba di Puskesmas, pasien bahkan belum turun dari mobil. Namun, tenaga kesehatan yang berjaga menyampaikan bahwa ruang yang tersedia sudah penuh,” ujar Zidan dikutip media Harianpost.id.
Menurut Zidan, tenaga kesehatan tersebut kemudian menyarankan keluarga membawa pasien ke RSUD Lemito.
Keluarga, kata dia, sempat meminta agar pasien terlebih dahulu mendapatkan penanganan awal di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), mengingat kondisi kesehatan neneknya sedang menurun.
“Ruang UGD saat itu kosong. Kami hanya berharap pasien mendapat penanganan awal karena kondisi kesehatan nenek saya menurun. Namun, kami tetap tidak mendapatkan penanganan,” katanya.
Kecewa dengan kondisi tersebut, keluarga akhirnya memutuskan membawa pasien ke fasilitas kesehatan yang berada di wilayah Sulawesi Tengah.
Keputusan itu diambil karena pertimbangan jarak. Keluarga menilai fasilitas kesehatan di wilayah Sulawesi Tengah lebih mudah dijangkau dari Desa Molosipat dibandingkan harus mencari fasilitas kesehatan lain di wilayah Pohuwato.
“Keluarga akhirnya membawa nenek kami ke Sulawesi Tengah karena jaraknya lebih dekat dari Desa Molosipat. Selain itu, kami kecewa dengan pelayanan kesehatan yang kami alami di daerah sendiri,” ungkap Zidan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pohuwato dapat mengevaluasi pelayanan di fasilitas kesehatan, khususnya terkait prosedur penanganan pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Menurutnya, kondisi ruang rawat inap yang penuh semestinya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan penanganan awal terhadap pasien, terlebih ketika pasien datang dalam kondisi kesehatan yang menurun.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi membuka hak klarifikasi kepada pihak yang disebutkan.




















