SUARAPOST.ID – Semangat berbagi di bulan Muharram kembali diwujudkan Majelis Al-Mustaqfirin melalui kegiatan santunan kepada 523 anak yatim yang digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfiz Khadimul Qur’an, Desa Gio, Kecamatan Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, itu menjadi pelaksanaan ke-12 yang secara konsisten digelar setiap tahun oleh Majelis Al-Mustaqfirin sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim.
Ratusan anak yatim penerima santunan berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kabupaten Pohuwato, khususnya Kecamatan Popayato Barat dan Kecamatan Popayato, serta Kecamatan Moutong dan wilayah sekitarnya.
Kegiatan dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Tahfiz Khadimul Qur’an, KH Humaidi Hami, S.Q., M.Sq., dengan Ketua Panitia Jufrin. Sementara itu, Koordinator Majelis wilayah Popayato Cs dipercayakan kepada Roni Ismail atau yang juga merupakan Ba’a te Popayato Barat.
Menariknya, pada pelaksanaan tahun depan atau kegiatan ke-13, santunan anak yatim tersebut direncanakan akan dipusatkan di Kabupaten Pohuwato, tepatnya di Kecamatan Popayato Barat. Keputusan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Gorontalo-Sulawesi Tengah.
Roni Ismail, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan santunan tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para donatur, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini. Secara khusus kami menyampaikan apresiasi kepada Camat Popayato Barat atas dukungan yang diberikan, serta kepada keluarga besar Pondok Pesantren Tahfiz Khadimul Qur’an yang telah menjadi tuan rumah dan memfasilitasi pelaksanaan santunan anak yatim ini dengan sangat baik,” ujar Roni.
Roni berharap pelaksanaan santunan ke-13 yang akan dipusatkan di Kecamatan Popayato Barat dapat berjalan lebih meriah dan menjangkau lebih banyak anak yatim yang membutuhkan.
“Kami berharap kegiatan tahun depan di Popayato Barat mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat sehingga semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim terus terjaga. Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk meraih keberkahan di bulan Muharram,” pungkasnya.




















