banner 728x250

Bukan Hanya Seragam, Pengadaan Meja dan Kursi di SDN 01 Duhiadaa Ikut Disorot

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) dan sejumlah persoalan terkait pengelolaan anggaran di SDN 01 Duhiadaa, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, mulai menjadi sorotan.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang sumber internal sekolah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia mengungkapkan adanya keluhan terkait pengadaan baju kerawang dan pakaian training yang telah dibayarkan oleh siswa sejak tahun 2023, namun hingga kini disebut belum seluruhnya diterima.

Menurut sumber tersebut, setiap siswa saat itu diminta membayar sebesar Rp180 ribu untuk pengadaan baju kerawang dan pakaian training. Namun, sebagian siswa yang kini telah lulus dari sekolah tersebut dikabarkan belum menerima pakaian yang dijanjikan.

“Pembayaran dilakukan sejak tahun 2023. Namun hingga sekarang masih ada siswa yang sudah lulus tetapi belum menerima baju kerawang dan training yang dipesan,” ungkap sumber, Minggu (7/6/2026).

Selain itu, sumber juga menyoroti pengadaan meja dan kursi sekolah yang diduga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut harga satu set meja dan kursi yang diketahui sebesar Rp450 ribu, sementara dalam dokumen pertanggungjawaban tercantum Rp500 ribu per set.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat siswa yang harus menggunakan kursi yang dibawa dari rumah karena keterbatasan fasilitas belajar di sekolah.

“Masih ada siswa yang duduk menggunakan kursi dari rumah. Padahal pengadaan meja dan kursi bisa dianggarkan melalui Dana BOS,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, seperti dilansir dari media wartanesia.id, Kepala Sekolah SDN 01 Duhiadaa, Suriyati Hamsah, membantah adanya penyimpangan dan menjelaskan bahwa pengadaan baju kerawang serta pakaian training masih dalam proses penyelesaian.

Menurut Suriyati, sebagian pakaian sebenarnya telah tersedia. Namun karena ada orang tua yang belum mengambil pesanan mereka, sementara ada pihak lain yang membutuhkan, pakaian tersebut sempat diberikan terlebih dahulu.

“Itu baju training dan kerawang sebenarnya sudah ada. Karena sebagian orang tua tidak datang mengambilnya, ada yang membutuhkan sehingga saya berikan terlebih dahulu. Saat ini masih tersisa sekitar 20 pasang dan sementara dalam proses penyelesaian,” jelas Suriyati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *