banner 728x250

Tak Sekadar Janji, Afif Klaim Pokir dan Bantuan Pribadi Sudah Dirasakan Warga Libuo

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato dari Partai Amanat Nasional (PAN), Mohamad Afif, A.Md., Kep., melaksanakan reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 yang dipusatkan di Kelurahan Libuo, Kecamatan Paguat, Senin (9/2/2026). Dalam kegiatan tersebut, Afif menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kerja nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menyampaikan janji politik.

Di hadapan warga, Afif memaparkan sejumlah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang telah direalisasikan di Kelurahan Libuo, termasuk pembangunan di beberapa lorong desa. Selain melalui jalur resmi kelembagaan, ia juga mengaku turut memberikan bantuan pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat setempat.

“Saya datang ke Libuo bukan untuk menebar janji. Reses ini menjadi momentum menyampaikan apa saja yang sudah kami lakukan. Ada pokir yang sudah direalisasikan, ada pula bantuan pribadi meskipun tidak besar, namun manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” ujar Afif.

Menurutnya, kegiatan reses menjadi bukti bahwa kerja-kerja DPRD tidak berhenti pada tahap perencanaan, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Selain memaparkan capaian, Afif juga menyerap berbagai aspirasi warga. Salah satu isu yang mencuat adalah pengelolaan sektor pariwisata di Kelurahan Libuo yang dinilai belum optimal. Ia menilai, pengelolaan oleh pihak ketiga perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Pengelolaan pariwisata di Libuo masih kurang maksimal. Kami di DPRD bersama pemerintah daerah sudah melayangkan surat agar dilakukan evaluasi. Harapan kami, pengelolaan ke depan bisa dilakukan secara swadaya oleh kelurahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika pengelolaan pariwisata diserahkan kepada masyarakat setempat, maka dampak ekonomi yang dihasilkan akan lebih langsung dirasakan warga.

“Yang paling berhak mengelola adalah masyarakat Libuo sendiri. Insyaallah ini akan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Dalam reses tersebut, warga juga mengeluhkan persoalan drainase di sekitar area PLTG. Tokoh masyarakat menyampaikan bahwa sejak pembangunan PLTG, aliran air yang sebelumnya melintas kini tertutup sehingga menyebabkan genangan hingga meluap ke permukiman warga.

Menanggapi hal tersebut, Afif memastikan akan segera mengambil langkah konkret dengan menyurati pihak PLTG serta mendorong dilaksanakannya rapat dengar pendapat (RDP).

“Kami akan menyurati pihak PLTG dan mengagendakan RDP agar segera dibuatkan saluran drainase. Dulu aliran air melewati area PLTG, sekarang tertutup dan justru meluap ke permukiman warga. Ini harus segera dicarikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, terkait perbaikan jalan siswa, Afif menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan pembangunan infrastruktur tersebut. Ia mengaku telah turun langsung membantu perbaikan jalan melalui swadaya bersama masyarakat.

“Alhamdulillah, sudah ada swadaya masyarakat yang mengumpulkan dana. Saya juga ikut membantu langsung, dan saat ini sekitar 10 hingga 20 meter jalan sudah diperbaiki. Insyaallah ini akan berlanjut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa status jalan tersebut merupakan jalan desa sehingga tidak dapat dianggarkan melalui APBN, melainkan melalui APBD daerah.

“Jalan desa tidak bisa dianggarkan melalui APBN, tetapi bisa melalui APBD. Karena itu, kita harus mendorong melalui pemerintah daerah. Insyaallah ketika efisiensi anggaran berakhir, pembangunan di desa, kelurahan, khususnya di Kecamatan Paguat, bisa berjalan lebih cepat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *