banner 728x250

Pasar Senggol Marisa Sepi, Lesunya Jual Beli Emas Pengaruhi Ekonomi Warga Pohuwato

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Lesunya aktivitas jual beli emas di Kabupaten Pohuwato mulai berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut terlihat dari suasana Pasar Senggol (Pasar Ramadan) di Kecamatan Marisa yang tampak lebih sepi dari biasanya.

Pasar musiman yang setiap tahun ramai menjelang Hari Raya Idulfitri itu kini terlihat lengang. Jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja menurun, sehingga para pedagang mulai mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat.

Ketua Panitia Pasar Senggol Marisa, Rahmat Pakaya, mengatakan kondisi tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai tidak adanya aktivitas jual beli emas oleh para penambang menjadi salah satu penyebab melemahnya perputaran uang di masyarakat.

“Biasanya satu minggu menjelang Idulfitri pasar senggol sudah ramai pembeli. Tahun lalu pedagang mulai kewalahan melayani pembeli, tapi sekarang masih terlihat sepi,” kata Rahmat, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, berhentinya aktivitas jual beli emas di Pohuwato memberi dampak langsung terhadap pedagang kecil yang menggantungkan harapan pada momentum Ramadan hingga menjelang Lebaran.

Rahmat mengungkapkan banyak pedagang yang menyampaikan keluhan kepada panitia pasar senggol. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar aktivitas jual beli emas dapat kembali dibuka, meski hanya sementara hingga malam takbiran.

“Pengaruhnya sangat terasa. Banyak pedagang yang mengeluh kepada kami sebagai panitia. Kami tentu tidak bisa berbuat banyak. Harapan para pedagang, kalau bisa toko emas dibuka kembali, walaupun hanya sampai malam takbiran,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana sektor pertambangan emas yang selama ini menjadi salah satu sumber perputaran uang di Pohuwato turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil di pasar musiman Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *