SUARAPOST.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Orijingan Indonesia yang ke-13 digelar secara khidmat di Panti Asuhan Safaz’Ain, Gorontalo. Mengusung konsep bakti sosial, acara ini menghadirkan anak-anak yatim dan penghafal Al-Qur’an sebagai penerima langsung kegiatan, yang dirancang untuk memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pengabdian komunitas.
Kegiatan yang berlangsung penuh suasana haru tersebut berisi beberapa rangkaian inti: penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada penghuni panti, pembagian bantuan sembako untuk keluarga panti asuhan, serta doa bersama. Dalam doa bersama itu, peserta mendoakan keselamatan dan pemulihan bagi masyarakat di Sumatera dan Aceh, mengenang serta mendoakan member Orijingan Indonesia yang telah berpulang, serta mendoakan para Scooterist Gorontalo yang meninggal dunia — sebuah momen reflektif yang menyatukan anggota komunitas dalam kesedihan sekaligus harapan.
Prospect Orijingan Gorontalo, Dody yang menjadi narasumber acara, menyampaikan pesan menyentuh: “Kami merayakan HUT bukan sekadar bertambah usia, melainkan kesempatan untuk berbagi — berbagi Al-Qur’an, berbagi kebutuhan pokok, dan berbagi doa. Anak-anak di panti ini adalah masa depan; sedikit perhatian dari kami semoga meringankan beban dan menumbuhkan harapan.” Pernyataan ini disambut tepuk tangan hangat dari peserta dan raut wajah haru para anak panti.
Sejumlah anak penghafal Al-Qur’an ikut tampil singkat dengan bacaan yang menambah khidmat suasana. Penyerahan wakaf Al-Qur’an dilakukan simbolis oleh pengurus Orijingan Gorontalo kepada pengurus Panti Safaz’Ain, diikuti penyerahan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok. Perwakilan panti mengungkapkan terima kasih atas kepedulian komunitas yang terus memperhatikan kesejahteraan dan pendidikan religius anak-anak panti.
Selain kegiatan sosial, acara juga menghimpun sesi kebersamaan antar-member Orijingan. Dalam sesi tersebut, sejumlah member berbagi kenangan dan doa untuk rekan yang telah meninggal, serta mendoakan para Scooterist Gorontalo yang gugur dalam perjalanan — mengingatkan bahwa solidaritas komunitas melampaui sekadar hobi atau aktivitas rutin, dan menembus ruang kemanusiaan.
Soni Prospect Orijingan Gorontalo menutup narasi acara dengan kalimat yang menyentuh hati: “Kita mungkin berkumpul karena vespa dan persaudaraannya, tapi hari ini kita berkumpul untuk hal yang lebih besar — untuk memberi, mengenang, dan berdoa bersama. Semoga Orijingan terus menjadi ruang yang membawa manfaat bagi sesama.” Ucapan ini menggambarkan inti nilai yang ingin ditegakkan komunitas: solidaritas, tanggung jawab sosial, dan rasa kemanusiaan.
Peringatan HUT ke-13 ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan komunitas dapat dipadukan dengan aksi nyata untuk kesejahteraan sosial. Panitia menyatakan akan melanjutkan program-program serupa sebagai bagian dari agenda rutin Orijingan Indonesia di Gorontalo, dengan harapan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bergabung dalam gerak kepedulian tersebut.




















