banner 728x250

Tak Mau Ada Korban, Kasat Lantas Pohuwato Tekankan Disiplin Berkendara kepada Pelajar

banner 120x600
banner 468x60

SUARAPOST.ID – Disiplin berlalu lintas menjadi perhatian Satuan Lalu Lintas Polres Pohuwato. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Pohuwato, Iptu Gendut Hartono, saat menjadi pembina upacara bendera di SMK Negeri 1 Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato.

Dalam amanatnya, Iptu Gendut mengajak para siswa untuk memahami pentingnya disiplin sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Menurutnya, kedisiplinan tidak hanya berlaku di lingkungan sekolah, tetapi juga harus diterapkan ketika berada di jalan raya.

“Bagaimana caranya menciptakan Kamseltibcarlantas? Jawabannya hanya satu kata, yaitu disiplin,” tegas Iptu Gendut di hadapan para siswa.

Ia menyoroti sejumlah perilaku yang masih berpotensi membahayakan keselamatan pelajar, mulai dari tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari dua orang, menggunakan sandal saat berkendara, hingga menggunakan telepon seluler ketika mengendarai sepeda motor.

“Mulai hari ini, saya minta jadikan helm sebagai mahkota. Kalau tidak pakai helm, jangan bawa motor,” ujarnya.

Selain disiplin pengendara, Iptu Gendut mengingatkan para siswa agar memastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi laik jalan. Ia meminta pelajar rutin memeriksa ban, rangka, lampu, oli, rantai dan standar kendaraan sebelum berangkat ke sekolah.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap penggunaan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong.

Ia menegaskan, penggunaan knalpot brong tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan lalu lintas.

“Anak SMK harusnya bisa membedakan mana yang digunakan untuk kebutuhan tertentu dan mana yang digunakan sehari-hari di jalan raya,” katanya.

Iptu Gendut juga mengingatkan pelajar untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak melawan arus, tidak kebut-kebutan serta memenuhi persyaratan untuk mengendarai kendaraan bermotor, termasuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Yang belum berusia 17 tahun, belum boleh membawa motor sendiri. Yang sudah 17 tahun, segera buat SIM C,” pesannya.

Kondisi jalur Duhiadaa yang menjadi salah satu jalur perlintasan kendaraan besar juga menjadi perhatian. Para siswa diminta meningkatkan kewaspadaan ketika berpapasan atau berada di sekitar truk logistik maupun kendaraan berat.

“Jangan pernah berada terlalu dekat di samping atau belakang truk. Sopir kendaraan besar memiliki blind spot yang luas,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendarai kendaraan, tetapi juga pada kesadaran untuk mengetahui kapan harus mempercepat dan kapan harus mengurangi kecepatan.

Di hadapan para siswa, Iptu Gendut berharap SMK Negeri 1 Duhiadaa dapat menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pohuwato.

Ia bahkan mendorong pihak sekolah bersama OSIS dan Pramuka untuk membentuk Patroli Keamanan Sekolah (PKS) serta Duta Safety Riding yang nantinya dapat memperoleh pembinaan dari Sat Lantas Polres Pohuwato.

“Orang tua kalian tidak meminta kalian menjadi juara balap liar. Mereka hanya ingin kalian berangkat sekolah dengan selamat dan pulang ke rumah dengan selamat,” tuturnya.

Menutup amanatnya, Iptu Gendut mengajak seluruh siswa SMK Negeri 1 Duhiadaa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan tertib menggunakan helm, mematuhi rambu, menolak balap liar dan tidak menggunakan knalpot brong.

“Duhiadaa tertib, Pohuwato selamat, Gorontalo aman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *